Kenali Tanda-tanda Keputihan yang Tidak Normal! Berikut 2 Cara Mengatasinya

Keputihan adalah kondisi dimana saat lendir atau cairan berwarna putih keluar dari vagina. Kondisi tersebut termasuk cara alami untuk menjaga kebersihan dan kelembapan area organ kewanitaan. Saat mengalami hal tersebut, cairan akan keluar membawa sel mati dan bakteri agar vagina terlindung dari infeksi.

Meskipun keputihan baik untuk kelembapan organ kewanitaan, tetapi bisa juga mengalami perubahan warna, tekstur, dan bau. Kondisi tersebut merupakan tanda yang tidak normal. Perubahan tersebut terjadi karena disebabkan oleh infeksi atau kelainan pada organ reproduksi kewanitaan.

Keputihan yang normal memiliki ciri sebagai berikut:
● Tidak berwarna.
● Tidak berbau yang menyengat.
● Meninggalkan bercak kekuningan.
● Tekstur cairan bisa berubah sesuai siklus menstruasi.

Untuk yang tidak normal memiliki ciri sebagai berikut:
● Cairan berubah warna, bau, atau tekstur.
● Cairan keluar lebih banyak, tidak seperti biasanya.
● Keluar darah setelah berhubungan seksual, atau saat di luar jadwal menstruasi.

Wanita yang belum menikah ataupun sudah menikah harus bisa memperhatikan bagaimana kondisi area organ kewanitaan. Terutama wanita yang sedang hamil, dengan menjaga kebersihan area kewanitaan, akan menjaga juga kondisi kandungan.

Berikut cara mengatasi keputihan:

1. Mengatasi dengan obat
Jika mengalami perubahan kondisi cairan yang keluar dari vagina, bisa meminum obat yang sudah berkonsultasi dengan dokter sebelumnya.

Berikut obat-obat yang bisa mengatasi bakteri:
● Obat antibiotik, salah satunya clindamycin, obat ini bisa digunakan untuk menghilangkan bakteri yang menyebabkan perubahan kondisi pada aera organ kewanitaan. Antibiotik ini banyak tersedia dalam bentuk pil atau krim oles.
● Obat antijamur, beberapa obat seperti clotrimazole dan miconazole bisa digunakan untuk mengatasi infeksi jamur yang terdapat di area organ kewanitaan. Karena infeksi jamur dapat menyebabkan gatal juga bau yang tidak biasa. Obat ini sudah banyak tersedia dalam bentuk krim atau gel. Penggunaannya bisa dioleskan di bagian dalam vagina.
● Obat metronidazole atau tinidazole, obat ini digunakan untuk menyembuhkan penyakit trikomoniasis yang disebabkan oleh parasit. Obat ini berbentuk tablet, digunakan untuk pengobatan dari dalam.

2. Mengatasi dengan menjaga kebersihan
Jika sudah menstruasi, masa-masa sebelum dan sesudah menstruasi akan sering mengalami keputihan. Jaga kebersihan area kewanitaan agar tetap lembab dan terhindar dari bakteri atau jamur.

Lalu bagaimana cara membersihkan area kewanitaan? Berikut caranya:
● Bersihkan vagina setelah buang air kecil atau besar dengan air bersih serta sabun atau air hangat, kemudian keringkan dengan handuk atau tisu.
● Hindari penggunaan semprotan air untuk menyiram atau membersihkan vagina. Jika menggunakan semprotan air, hal itu berisiko menghilangkan bakteri baik yang melindungi vagina dari infeksi.
● Gunakan celana dalam dengan bahan katun untuk menjaga kelembapan. Selain itu jangan memakai celana dalam yang ketat.
● Usahakan untuk menghindari sabun atau produk wanita yang memiliki kandungan parfum. Parfum dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik.
● Gantilah pembalut setidaknya setiap 3-5 jam sekali selama masa menstruasi untuk menjaga kebersihan vagina.
● Tidak berganti pasangan seksual atau penggunaan kondom agar dapat terhindar dari risiko infeksi menular seksual.
● Lakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter kandungan untuk mengontrol kesehatan vagina.

Teruntuk wanita muda hingga tua, mulai dari sekarang, perhatikan bagaimana kondisi kebersihan area organ kewanitaan. Pelajari info lebih lanjut mengenai keputihan. Dan perhatikan tanda-tanda area kewanitaan yang tidak normal. Jagalah kebersihan dengan benar! Jika terjadi infeksi yang menyebabkan gatal atau sakit bisa segera menghubungi dokter untuk pengecekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *